Para Wajib Tau, Inilah 4 Hikmah Dibalik Mahalnya Mahar Wanita Aceh

Rabu, Oktober 4th 2017. | Hiburan

Sudah tak asing lagi ditelinga kita bahwa Aceh sangat dikenal dengan nominal mahar pernikahan yang cukup tinggi. Mahar wanita Aceh biasanya berbentuk beberapa mayam emas mulai dari 15 mayam hingga 50 mayam emas. Jika harga 1 mayam saat ini berkisar Rp.1.800.000,- singkatnya bila menikah dengan wanita Aceh minimal membutuhkan dana antara Rp. 25 Juta hingga Rp. 85 Juta hanya untuk mas kawin saja.

Dengan ini Acehpun masuk dalam sederetan daerah yang memiliki jumlah mahar Paling tinggi di Indonesia. Jumlah mahar yang dianggap terlalu besar bila dibandingkan daerah lain tentu mengundang banyak perspektif negatif dan kontroversi berbagai kalangan di aceh.

Inilah 4 Hikmah Dibalik Mahalnya Mahar Wanita Aceh
Images via aceh.net

Begitu mahalnya mahar wanita Aceh membuat daerah Serambi Mekkah ini diklaim sebagai daerah yang mempersulit pernikahan bahkan ada yang menganggap Aceh sebagai daerah yang menjual anak perempuannya dengan pernikahan. Terlepas dari berbagai isu negatif yang mencuat tentang nominal mahar Aceh.

Ada hikmah yang tak banyak orang tahu bahwa sejatinya Aceh adalah daerah yang sangat menghargai hati dan perasaan serta martabat perempuan. Beberapa hikmah itu diantaranya;

1. Memuliakan Istri Seperti Rasulullah

Aceh dijuluki sebagai daerah yang menyandang gelar syariat Islam. Hal itu tak terlepas dari cara berfikir dan pola hidup masyarakat Aceh yang menjadikan Rasulullah sebagai suriteladan.

Persoalan mahar, kendatipun tak persis sebagaimana yang Rasul lakukan, tingginya nominal mahar di Aceh mencoba berusaha mengikuti jejak Rasul yang memuliakan Khadijah dengan mahar yang luar biasa.

Sejarah telah mencatat, mas kawin/mahar yang beliau serahkan adalah 20 ekor unta merah. Ada juga yang mengatakan 100 ekor. 100 ekor unta jika dikalikan dengan 20 Juta maka sekitar 2 Miliar.

Jika analoginya adalah unta merah, bisa diasumsikan sebagai ternak terbaik pada saat itu. Dan kalau sekarang mungkin bisa kita sejajarkan dengan Sapi Limousin yang sekitar 100 Juta,

Maka 20 unta merah setara dengan 2 Miliar Rupiah. Subhanallah. Jika rasul saja menghadiahkan sang istri tercinta dengan nominal sekian, mengapa mahar di Aceh menjadi masalah?

2. Keseriusan Pria bila Mencintai Wanita Aceh

Kebanyakan kolom komentar negatif tentang mahalnya mahar untuk meminang wanita Aceh berasal dari tiga kalangan. yang pertama, mereka yang bukan orang Aceh. Kedua, pria Aceh yang belum atau tidak menikah dengan wanita Aceh,

ketiga pria Aceh yang menikah dengan wanita Aceh namun tidak dengan mahar seperti disebutkan diatas. Ini mengindikasikan bahwa tidak ada masalah bagi mereka yang menjalani pernikahan khususnya lelaki apabila ia serius mencintai pasangannya.

Jika sudah cinta, tentu uang atau mahar berapapun bukan menjadi sebuah masalah. Toh mahar itu bukan untuk mertua atau wali sang istri melainkan milik istri sendiri.

3. Bukti Mampu Menafkahkan Keluarga Nantinya

Sebagian para ayah atau wali bagi wanita Aceh menjadikan batas mahar yang tinggi sebagai bentuk indikator apakah suami dari anaknya nanti bisa memberi nafkah bagi anaknya atau tidak.

Jika calon suami bisa mencari mahar dengan berbagai cara yang halal maka akan memantapkan keyakinan sang ayah bahwa anak tercintanya bisa hidup bahagia. Bahkan menepis keraguannya bahwa anaknya setelah menikah tidak akan mati kelaparan.

4. Tolok Ukur Kepedulian Keluarga

Begitu besarnya angka mahar yang menjadi syarat lamaran pihak istri di Aceh tak jarang para calon suami memperoleh mahar dari hasil duduk pakat sumbangan keluarga.

Kendatipun bukan dari kemampuan calon pengantin pria secara pribadi, ternyata mahar hasil sumbangan keluarga dapat menjadi tolok ukur bahwa pihak keluarga pria peduli dengan pernikahan anaknya.

Apabila sang anak susah kelak, maka tidak sulit bagi keluarga untuk saling membantu dan mengingatkan. (http://aceh.net)

tags: , ,