Subhanallah, Ternyata Ada Rumah Pelacuran di Lhokseumawe

Rabu, Oktober 18th 2017. | Informasi

Personel Satreskrim Polres Lhokseumawe mengungkap jaringan prostitusi dan menangkap lima pelaku di sebuah rumah di Dusun Syahbandar, di Desa Keude Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa (17/10/2017).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman mengatakan lima orang tersebut diduga terlibat dalam menjalankan praktik pelacuran tersebut. “Penangkapan itu dilakukan dengan cara menyamar sebagai pelanggan,” katanya pada wartawan.

Subhanallah, Ternyata Ada Rumah Pelacuran di Lhokseumawe
Images Via: www.beritakini.co

Di rumah tersebut juga disediakan enam kamar bagi para pria hidung belang yang ingin menggunakan jasa PSK. Bahkan PSK yang ada juga bisa dibooking untuk di bawa keluar bila sudah ada kesepakatan dengan pemilik rumah.

Dari operasi itu, personel Satreskrim menangkap kakak beradik berinisial CL (33) dan CB (26) sebagai mucikari yang juga pemilik rumah tersebut. Selain itu ada satu wanita berinisial AM (21) asal Kecamatan Banda Sakti, dan dua pria hidung belang KH (30) asal Kecamatan Muara Satu serta DR (30) asal Kecamatan Lapang, Aceh Utara.

Hendri menjelaskan penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat bahwa di rumah itu kerap dijadikan tempat prostitusi.

Kemarin, personel mendatangi lokasi dan melakukan penyamaran dengan menyewa wanita PSK di sana.

Ternyata PSK tersebut tak di tempat lantaran sudah disewa oleh pria hidung belang. Pagi tadi, petugas kembali mencoba menghubungi mucikari dan memesan dua PSK dengan harga Rp 1,1 juta.

“Kemudian anggota kita masuk ke dalam kamar, di situlah langsung dilakukan penangkapan,” kata Hendri.

“Satu wanita berhasil kita amankan di tempat, sedangkan satunya lagi berhasil melarikan diri. Di saat dilakukan penangkapan sempat terjadi perlawanan dari pihak keluarga,” kata Hendri.

Henderi menjelaskan, tarif PSK di sana sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. “Itupun sesuai kesepakatan dengan wanita tersebut,” Jelasnya

Menurut laporan dari masyarakat protitusi tersebut sudah berjalan selama dua tahun, sedangkan menurut pengakuan dari pelaku baru berjalan satu tahun.

Saat ini para pelaku sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyelidikan lebih lanjut.

Terkait kasus itu para pelaku dikenakan ancaman penjara maksimal 15 tahuh sesuai Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang atau Pasal 33 ayat 3 Qanun Nomor 6 tahun 2016 tentang hukum jinayat dengan hukuman cambuk 100 kali
sumber: (http://www.beritakini.co)

tags: , ,